Dalam pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, mungkin termasuk penjajahan antar manusia dalam hubungan suami istri. Walaupun demikian, sampai saat ini penjajahan itu masih ada baik penjajahan bangsa secara fisik seperti Amerika yang menjajah Irak dan Afghanistan, penjajahan ekonomi maupun penjajahan seorang suami atas istri ataupun sebaliknya. Beberapa hari yang lalu dalam berita kompas.com beberapa orang suami di Malang melaporkan istri mereka yang menjajah mereka secara bathin.
Namun diakui bahwa lelaki yang paling byk melakukan penjajahan atas wanita. Pernikahan mungkin bisa mendatangkan kestabilan emosi bagi kaum pria, namun bisa menjadi stressor baru bagi kaum wanita. Pernikahan sering memotong hidup sebagian kaum wanita dari kawan-kawannya, dari pekerjaan dan dari karir serta cita-cita yang ingin diraihnya.
Sifat egoisme lelaki bisa menjadi salah satu penyebab penjajahan atas wanita. Tidak adanya pemahaman yang sama tentang rumah tangga serta hak dan kewajiban masing-masing. Kemudian ketidakjelasan komitmen awal dan landasan ideologi pernikahan menyumbang banyak peranan sehingga terjadi penjajahan dalam rumah tangga.
Terkadang ada sebagian yang langsung memberontak atas penjajahan ini. Wanita ada yang langsung menghadang keegoisan lelaki sehingga akan terjadi perang kecil-kecilan ataupun perang dalam skala besar. Namun ada juga yang lebih sabar bertahan tanpa terjadi insiden apapun. Namun hal ini bisa menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dahsyat dan membumihanguskan bahtera rumah tangga..
For my sweetie…. Be patient always..
Maafkan segala keegoisan dan kekhilafanku..
DIarsipkan di bawah: Cerita Hati | Ditandai: pernikahan, Wanita












dan surga itu di bawah telapak kaki ibu …..